Membayar Zakat Fitrah, Wajib untuk Siapa?

Umat muslim di seluruh dunia bersukacita tatkala datangnya bulan suci Ramadhan. Bulan kemenangan nan penuh ampunan. Di Bulan ini setiap muslim yang sudah akhil balig diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar, haus, dan nafsu yang bisa membatalkan pahala puasa. Namun ada kewajiban lainnya yang harus ditunaikan tiap umat Islam  pada bulan ini, yakni membayar zakat fitrah.

Zakat juga merupakan satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh muslim dan muslimah yang mampu dan merdeka dari perbudakan sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Sementara zakat fitrah merupakan satu dari dua kewajiban zakat yang diperintahkan Allah SWT dalam Islam selin zakat maal (harta).

Bayar zakat fitrah juga berfungsi untuk membersihkan harta karena ada hak orang lain dalam harta kita. Serta sebagai pelengkap ibadah selama bulan suci Ramadhan.  Bahkan para ulama menyebut puasa selama Ramadhan tak lengkap jika tidak membayar zakat fitrah.

Wajib Bagi Setiap Muslim

Sifatnya yang wajib inilah membuat pembayaran zakat fitrah tidak boleh ditinggalkan. Tetapi Islam memberikan kemudahan bagi mereka yang memiliki halangan bisa diwakilkan oleh orang lain.Namun siapa saja yang wajib membayar zakat fitrah?

Hampir semua ulama menerangkan bahwa membayar zakat fitrah diwajibakan bagi setiap individu muslim yang merdeka. Mulai dari bayi yang baru lahir sebelum matahari terbenam di akhir bulan Ramadan hingga orangtua yang sudah tua renta pun wajib menunaikannya. Membayar zakat fitrah diwajibkan bagi mereka yang mempunyai harta lebih dari kebutuhannya sehari-hari. Baik untuk dirinya maupun untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya pada hari raya Idul Fitri dan malamnya.

Di sisi lain Allah SWT tidak mewajibkan zakat fitrah kepada orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan anak yang baru lahir setelahtenggelamnya matahari pada akhir Ramadan. Selain itu, suami tidak wajib menanggung zakat fitrah istri yang dinikahi setelah matahari terbenam pada akhir Ramadan. Kewajiban membayar zakat fitra pun tidak Allah wajibkan  bagi mualaf atau orang yang baru memeluk Islam sesudah matahari terbenam di akhir Ramadan.

Takaran Zakat Fitrah

Pembayaran zakat fitrah menggunakan makanan pokok yang sering dimakan di suatu daerah. Misalnya jika di Indonesia karena makanan pokoknya adalah beras maka beras lah yang menjadi ukurannya. Sedangkan di Arab, karena makanan pokoknya adalah gandung, maka gandum yang digunakan. Tarakannya sebanyak 3,5 liter atau 2,5 kg beras. Namun zakat fitrah bisa diganti dengan uang, besarannya setara dengan harga beras yang wajib dizakatkan.

Zakat fitrah bisa diberikan melalui amil zakat di masjid terdekat maupun lembaga amil zakat terpercaya. Supaya zakat fitrah yang kita keluarkan bisa dirasakan manfaatnya oleh pihak yang berhak mendapatkannya. Zakat apapun menjadi berkah serta menambah pahala dan menjauhkan dari dosa bagi yang mengerjakannya.

Waktu yang Utama

Pelaksanaan pembayarannya bisa dilakukan mulai awal Ramadhan hingga awal bulan Syawal sebelum berangkat melaksanakan salat Idul Fitri. Hal ini ditegaskan dalam hadits. “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke tempat shalat) pada hari raya idul fitri. (HR Tirmidzi : 613)

Banyak alim ulama menerangkan bahwa waktu yang utama dan wajib membayar zakat fitrah sebaiknya dilaksanakan pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Atau setelah matahari terbenam bersamaan dengan malam berkumandang nya takbir. Alasannya agar fakir miskin dan anak yatim bisa menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagian karena bisa menikmati nikmatnya makanan.

Oleh karena itu, sifatnya yang wajib jangan sampai kita terlewat membayar zakat fitrah. Pastikan kita telah membayar sesuai waktu dan besaran yang telah ditetapkan. Karena apabila tidak dilaksanakan maka akan menjadi dosa dan hukumannya adalah siksa.